KPM STAIGO Herwanto
Diantara tujuan pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara Indonesia yang baik. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 tersebut juga menyebutkan bahwa Taman Pendidikan Al-Qur‟an merupakan lembaga pendidikan keagamaan non–formal yang bermutu dalam rangka mencetak peserta didik yang memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik perilaku maupun keilmuan. TPA/TPQ atau Taman Pendidikan Al-Quran merupakan lembaga pendidikan non formal yang cukup banyak ditemui di lingkungan masyarakat. TPQ menjadi alternatif untuk memberikan pendidikan agama Islam bagi anak-anak di luar pendidikan formal. Tujuan dari TPQ adalah menyiapkan terbentuknya generasi Qur’ani, yaitu generasi yang memiliki komitmen terhadap al-Qur’an sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan rujukan segala urusannya.
Pada era tahun 1960 Ibu Mutiyah yang lahir pada tahun 1941 di Kauman Sokaraja Banyumas putri dari KH. Abdullah Hasyim Kauman Sokaraja Kabupaten Banyumas merintis mendirikan pengajian yang diperuntukkan bagi Ibu - ibu di desa Kebanaran kecamatan Mandiraja. Ibu Mutiyah merupakan istri Bapak Tohid asli dari Desa Kebanaran yang merupakan santri Mbah Kyai sidik pamannya Mbah Fauzi bin Hasyim Desa Kebanaran. Pada perkembangan selanjutnya pengajian tersebut dilakukan di TK NU yang berada di RT. 02 RW. 08 Desa Kebanaran. Keberadaan pengajian ini sangat disambut baik oleh masyarakat terutama kaum ibu. Pada tahun 2000 pengajian ini total pindah ke kediaman Bapak Agus Mawardi yang beralamat di RT. 01 RW. 08 dusun Karangmangu Desa Kebanaran. Berhubung kondisi Ibu Mutiyah yang sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengajar, maka pada tahun 2011 pengajian ini dilanjutkan oleh Ibu Yuni Setyaningsih 44 tahun yang merupakan istri dari Bapak Agus Mawardi 47 tahun putra dari Ibu Mutiyah dan Bapak Tohid. Sejak Pengajian ini dirintis tahun 1960 Ibu Mutiyah tidak memberi nama, baru pada tahun 2018 pengajian ini diberi nama TPQ Maryam oleh Ibu Yuni Setyaningsih atau akrab dipanggil Bu Nuning, dan beliau menjadi pengasuh TPQ Maryam, nama ini untuk mengenang buyut Maryam yang merupakan trah Kyai. Ibu Yuni Setyaningsih sebelumnya merupakan guru dan wakil kepala sekolah di MA Ma'arif Kertayasa Mandiraja, dan berhenti jadi guru karena sekolah tersebut bubar tidak ada murid. Riwayat TPQ Maryam ini disarikan dari keterangan yang disampaikan oleh Bapak Agus Mawardi kepada Herwanto selaku ketua kelompok 3 Kuliah Pengabdian Masyarakat STAI ( Sekolah Tinggi Agama Islam Tanbihul ) Ghofilin Mantrianom di Desa Kebanaran Kecamatan Mandiraja.
Kegiatan TPQ Maryam dilakukan setiap hari jam 14.00 wib sampai selesai kecuali hari Minggu, untuk anak - anak putra dan putri, dengan ngaji iqro. Remaja pengajian Al - Qur'an bakda maghrib tiap hari kecuali malam minggu dan malam senen. Sedangkan untuk pengajian Ibu - ibu hari Ahad manis pagi mulai jam 9.30 wib sampai menjelang dhuhur dengan materi fiqih kitab Safinah oleh Habib Ahmad bin Abdulrohim bin Mohamad bin Salim bin Yahya dari Desa Gelang kecamatan Rakit. Saat ini warga kebanaran yang aktif mengaji di TPQ Maryam kurang lebih 100 orang yang terdiri dari berbagai kelompok umur.
Mahasiswa STAI ( Sekolah Tinggi Agama Islam Tanbihul Ghofilin ) Mantrianom Banjarnegara yang tengah melaksanakan tugas akademik berupa Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Kebanaran mengadakan perpisahan mengajar dengan TPQ Maryam yang beralamat di RT. 01 RW. 09 Dusun Karangmangu Desa Kebanaran pada tanggal 28 Februari 2023. Acara perpisahan dilaksanakan menjelang berakhirnya masa tugas Kuliah Pengabdian Masyarakat dari kelompok 3 STAI Tanbihul Ghofilin. Keberadaan KPM dilaksanakan sejak penerjunan tanggal 24 Januari 2024. Selama masa Kuliah Pengabdian Masyarakat mahasiswa STAI Tanbihul Ghofilin aktif ikut mengajar di TPQ Maryam dengan materi pelajaran fiqih kitab Safinah bab wudhu, tayamum, haid , dan shalat yang diatur secara bergiliran jadwal mengajarnya antar mahasiswa. Acara dimulai ba'da maghrib diisi dengan pengajian rutin oleh mahasiswa, setelah selesai maka acara perpisahan mengajar dimulai diawali dengan sambutan dan pamit oleh Herwanto ketua kelompok 3 KPM STAI Tanbihul Ghofilin Desa Kebanaran, yang menyampaikan terima kasih kepada Bapak Agus Mawardi dan Ibu Yuni Setyaningsih selaku pengasuh TPQ Maryam karena mahasiswa telah diijinkan untuk ikut mengajar di TPQ Maryam,dan diterima dengan sangat baik, dan pamit mengajar karena masa kuliah pengabdian masyarakat akan segera berakhir dan minta maaf atas segala salah dan khilaf serta berharap semua jama'ah TPQ Maryam untuk selalu taat beribadah dan mengharapkan silaturrahim antara keluarga besar TPQ Maryam dan STAI Tanbihul Ghofilin tetap terjalin. Sambutan selanjutnya oleh Bapak Agus Mawardi yang mengucapkan terima kasih atas peran serta mahasiswa dalam kegiatan mengajar di TPQ Maryam, beliau menyampaikan baru pertama kali ada mahasiswa atau santri dari Pondok pesantren yang peduli terhadap kegiatan mengajar di TPQ Maryam. Beliau berharap semoga dari Pondok pesantren sering ada acara seperti ini sehingga TPQ bisa terbantu, dan mohon maaf juga atas segala kesalahan, dan berharap silaturrahim ini tetap terjalin. Acara dilanjutkan dengan salam - Salaman , dan ramah tamah berakhir pukul 20.30 wib
Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI ) Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara, merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berbasis pesantren, sehingga dalam pelaksanaan KPM memberikan warna baru bagi pengabdian masyarakat pada umumnya. Memberikan informasi maupun literasi masyarakat terkait hubungan keilmuan dan keagamaan sangat penting untuk meningkatkan keimanan dalam mewujudkan kesejahteraan dunia maupun akhirat. Mahasiswa STAI Tanbihul Ghofilin yang melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat juga merupakan santri dari Pondok pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom Banjarnegara asuhan KH. Chamzah Hasan, S. PD.I yang mempunyai visi pesantren yaitu terbentuknya pribadi santri yang berilmu, beriman, dan bertaqwa kepada Allah SWT serta mandiri dan persegi ( multitalenta ).