You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Kebanaran
Desa Kebanaran

Kec. Mandiraja, Kab. Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah

Bagi warga yang akan mengurus dokumen kependudukan untuk membawa e-KTP, KK dan Surat Pengantar dari RT RW setempat.

KKN UNU Purwokerto adakan pelatihan kesenian Hadroh sebagai media peningkatan karakter religius

Administrator 08 Agustus 2023 Dibaca 339 Kali
KKN UNU Purwokerto adakan pelatihan kesenian Hadroh sebagai media peningkatan karakter religius

Hadrah atau lebih dikenal dengan sebutan terbangan tak lepas dari sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Makna hadrah dari segi bahasa arab diambil dari kalimat bahasa arab yakni hadhoro-yudhiru-hadhron atau hadhrotan yang artinya kehadiran. Namun kebanyakan hadrah dikenal sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana. Dari segi istilah, hadrah menurut tasawuf merupakan suatu metode yang bermanfaat untuk membuka jalan masuk ke hati, karena orang yang melakukan hadrah dengan benar terangkat kesadarannya akan kehadiran Allah dan Rasul-Nya. Seni ini memiliki semangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Hadrah atau yang lebih populer dengan musik terbangan (rebana-bahasa jawa) tersebut tak lepas dari sejarah perkembangan dakwah Islam para Walisongo.

Sampai saat ini hadrah telah berkembang pesat di masyarakat Indonesia sebagai musik yang mengiringi pernikahan, sunatan, kelahiran bayi, acara festival seni musik islami, kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, remaja masjid dan majlis ta'lim. Musik hadrah atau rebana atau musik terbang diperkirakan berasal dari bentuk-bentuk musik yang bercirikan Islam yang ada sebelumnya. Bentuk-bentuk musik tersebut adalah (1) Shalawatan yaitu bentuk puji-pujian yang mengagungkan kebesaran Nabi Muhammad SAW ; (2) Barzanji yaitu jenis musik vokal yang bercirikan Islam; (3) Kentrung yaitu musik bercirikan Islam yang diperkirakan paling awal kedatangannya di pulau Jawa, berkembang di daerah Blora, Pati, Jepara dan Purwodadi; (4) Zapin pesisiran yaitu kesenian tarian yang diiringi dengan terbangan, berkembang di Demak dan Semarang; (5) Kuntulan yaitu tarian yang diiringi oleh musik terbangan, dan berkembang di Daerah Kendal, Pemalang sampai Tegal; (6) Simtuddruor yaitu kesenian musik sholawatan dengan membaca kitab maulid yang bernama Simtudduror dengan diiringi musik terbang, dan musik ini berkembang di daerah Pekalongan, Kendal dan Semarang; (7) Gambus yaitu musik yang  bercirikan Islam dan mendapat pengaruh dari Arab dengan alat musik gambus, dan berkembang di daerah pantura pulau Jawa.

Musik terbang hadrah merupakan nyanyian Islami atau shalawat yang diiringi dengan permainan beberapa alat musik terbang atau ansambel. Terbang yang dipergunakan dalam terbang hadrah yaitu (1) terbang genjring, dalam permainan terbang hadrah berfungsi sebagai pola pukulan utama dalam mengiring lagu; (2) terbang keprak, dalam permainan terbang hadrah berfungsi memberi tekanan pada lagu, biasanya pada posisi naik atau rol; (3) terbang dumbuk atau marawis, mengingat karakter suaranya yang lembut dan pola pukulannya yang rapat, dalam terbang hadrah berfungsi mengisi kekosongan pukulan; (4) terbang tung, dalam terbang hadrah mengawal tempo dan pergerakan pukulan bas; (5) terbang bas, dalam terbang hadrah membentuk pola pukulan bas.

Musik terbang hadrah merupakan permainan musik terbang sederhana, baik pola pukulan dari masing-masing alat musik, maupun lagunya. Syair lagu terbang hadrah berbentuk bait-bait, maksudnya syair lagu terbang hadrah terdiri dari beberapa bait, dan tiap bait terdiri dari empat baris, sehingga tidak menyulitkan bagi para pemula. Lagulagu terbang hadrah bervariasi, ada yang menggunakan syair berbahasa Arab, bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Maka dari itu KKN UNU Purwokerto melalui kegiatan pengabdian masyarakat membuat program pelatihan hadroh di Musholla Al-Ikhlas dan MI Ma'arif NU 1 Kebanaran yang diharapkan mampu menjadi media peningkatan karakter religius pada anak. Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian kesenian Islam. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan saling berkoordinasi dengan mitra untuk menentukan jadwal pelatihan serta perijinan lokasi pelatihan dan peminjaman fasilitas pelatihan hadroh. Selain pelatihan hadroh, kegiatan ini juga dibarengi dengan berlatih membaca Al- Qur'an. Kegiatan ini sudah mulai aktif sejak 27 Juli 2023 bertempat di Musholla Al-Ikhlas Desa Kebanaran. Sedangkan pelatihan hadroh di MI Ma'arif NU Kebanaran aktif sejak tanggal 2 Agustus 2023.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp2,255,858,805 Rp2,254,748,600
100.05%
Belanja
Rp2,063,621,151 Rp2,125,011,484
97.11%
Pembiayaan
Rp392,798,884 Rp392,798,884
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Aset Desa
Rp615,800,000 Rp615,800,000
100%
Dana Desa
Rp868,864,600 Rp868,864,600
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp81,845,000 Rp81,845,000
100%
Alokasi Dana Desa
Rp470,186,000 Rp470,186,000
100%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp100,000,000 Rp100,000,000
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/kota
Rp100,000,000 Rp100,000,000
100%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp14,553,000 Rp14,553,000
100%
Bunga Bank
Rp4,610,205 Rp3,500,000
131.72%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp1,117,900,361 Rp1,178,415,571
94.86%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp737,744,000 Rp738,319,000
99.92%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Rp49,466,000 Rp49,766,000
99.4%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Rp62,160,790 Rp62,160,850
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp96,350,000 Rp96,350,063
100%