Rangkaian kegiatan tradisi Nyadran di Desa Kebanaran, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara resmi ditutup melalui pelaksanaan doa bersama di Makam Drapasinga pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi penutup dari serangkaian Sadranan yang telah dilaksanakan di beberapa lokasi makam sebagai bagian dari persiapan menyambut Bulan Suci Ramadan.
Acara berlangsung dengan khidmat diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan untuk para leluhur serta seluruh keluarga yang telah berpulang, sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar mereka mendapatkan rahmat serta ampunan dari Allah SWT.
Sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri dan makan bersama yang diikuti oleh masyarakat sekitar. Hidangan yang dibawa secara sukarela oleh warga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Penutupan rangkaian Nyadran di Makam Drapasinga ini menandai selesainya seluruh kegiatan Sadranan di Desa Kebanaran yang sebelumnya telah dilaksanakan di berbagai makam wilayah desa. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana doa dan refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal.
Pemerintah Desa Kebanaran menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Diharapkan tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mempererat persatuan warga.
Semoga melalui rangkaian kegiatan Sadranan ini, masyarakat Desa Kebanaran diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menyambut serta menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan. Aamiin.