Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan, masyarakat Desa Kebanaran, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara kembali menggelar tradisi Nyadran. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Makam Surayuda pada Kamis Pon, 17 Sya’ban 1447 Hijriah, dengan melibatkan warga dari berbagai wilayah desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama untuk mendoakan para leluhur dan anggota keluarga yang telah wafat. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan sebagai ungkapan penghormatan sekaligus permohonan ampunan kepada Allah SWT agar para pendahulu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Usai doa, warga melanjutkan kegiatan dengan syukuran dan makan bersama. Berbagai hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing disajikan dan dinikmati secara sederhana namun penuh makna. Kebersamaan ini mencerminkan rasa syukur atas nikmat kehidupan serta mempererat hubungan sosial antarwarga Desa Kebanaran.
Tradisi Nyadran yang dilaksanakan di Makam Surayuda merupakan bagian dari kegiatan rutin masyarakat pada bulan Sadran atau Sya’ban, sebagai persiapan spiritual sebelum memasuki bulan penuh berkah. Selain bernilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi sarana menjaga dan melestarikan adat istiadat serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Kebanaran menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah menjaga ketertiban serta kekhidmatan acara. Diharapkan tradisi Nyadran dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai warisan budaya yang mengandung nilai doa, syukur, dan kebersamaan.
Semoga melalui kegiatan Nyadran ini, seluruh masyarakat Desa Kebanaran diberikan kesehatan, ketenteraman, dan kemudahan dalam menyongsong serta menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadan. Aamiin.